di antara dua kutup

Posted by parhumbang on May 04 2009

Ada dua tokoh menarik dalam minggu ini dalam catatan saya.

Yang satu adalah preman… dan ndak tanggung-tanggung ini preman medan bung.. ” OP”

Yang satu lagi juga “preman….karena tak pedulian” tapi agak lain karena julukan aslinya adalah “Pendekar” yang menumpas semua yang tidak taat hukum, bang “AA”, terpaksa pakai sebutan didepannya, takut samar dengan sebutan teman-teman dari bogor.

Bung “OP”, telah menammatkan perjuangannya, dengan dunianya tentu, menurut keimanan saat untuk mempertanggung jawabkan kepada yang Khalik. Tanya sama orang yang mengaku anak medan… paling tidak kenal dengan nama ini, tahu minimal satu cerita tentang dianya. Bahkan ketenarannya ndak tanggung tanggung bisa ngalahin ketenaran nama orang nomor satu di sumut sana. Pilkada… ? jangan tanya lagi.. yang menyebut dapat dukungan darinya.. pasti menang. Istananya ? white house ? Antara yang menyenangi dan membencinya ? sulit untuk diukur. yang pasti.. semua tahu dia preman.. mungkin malah sering menyakiti orang lain.. mungkin menyakiti nilai-nilai kemanusiaan. Tapi semua orang tahu,,,, dan ketika dia ternyata juga memberikan nilai-nilai baik, ringan tangan menolong yang membutuhkan…, semua juga tahu.. tidak ada yang disembunyikan…

inikah Faith ? with honest intention ? ????

Bang “AA”.. seantero negeri kaget sekaligus bersyukur karena ketemu pendekar di sarang penyamum, dengan tangkas dan lugas menyeret mantan “kolega” malah atasannya, tertangkap tangan menerima suap. Tidak peduli anggota dewan yang mulia, bahkan katanya besan presiden pun disidik juga. Luar biasa.Salah kah kita menaruh percaya padanya tentang kebenaran ? Lalu, kalau karena perkara cinta segita harus menghilangkan nyawa.. alamak…. inikah orang yang harus kita percaya.. Truthful

Truth,, dan faith rasanya sangat erat dengan lakon nyata sehari-hari..

Tapi ketika Truth & Faith sudah menjadi simbol-simbol yang harus diusung…. terlalu bijaksana orang dulu mengatakan “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga”

Akan kah kita menyebut dia pahlawan karena sudah memberikan kebajikan dari hasil kejahatan ?

Atau kah kita akan memaafkan kejahatannya karena sudah memberikan kebaikan ?

ach… usil betul… tiba-tiba ingat diskursus asuransi dengan kawan kawan.

Ada dua hal yang mendasar dalam polis asuransi, yaitu polis yang menyebutkan jaminan nya dengan jelas, dan polis yang menyebutkan yang tidak dijamin dengan jelas. Kita lebih senang dengan polis yang pertama, rasanya lebih nyaman dan aman karena tahu apa yang dijamin, tapi sering lupa yang kecualikan dari yang dijaminnya, sehingga sering terjadi permasalahan ketika “klaimnya”. Itu juga kali yang membuat kita lebih sering berdoa

” Tuhan, Tunjukan lah jalan yang benar…. ” tapi malah lebih sering kita dijalan yang ndak benar

sementara yang kedua, butuh lebih banyak perhatian untuk tahu apa yang tidak dijamin, tetapi lebih mudah menghindari……,… lalu…. ach.. tak kan .. kupanjatkan doa “Tuhan, tunjukkan aku jalan yang tidak benar” agar bisa menjadi manusia yang lebih baik.

“Tuhan ajari aku mengerti jalanmu dalam hidupku.”

Sphere: Related Content


One Response to “di antara dua kutup”

  1. singal Says:

    Mereka satu kutub kok, cuma beda pakayan.

Leave a Comment


:) :( :)) =)) :p :d :-? :-?? :-w ;;) :blushing: :dancing: ;)) :-o <:-P ~X( [-( X( ^:)^ [-O< :wishtling: more »

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

close
Type your text here