Far Away home - missed Jakarta
Posted by parhumbang on Nov 28 2008
Seminggu meninggalkan Jakarta terasa memang kerinduan akan sentuhan kampung halaman.
Kenyamanan yang selama di indonesia berubah menjadi keterbatasan yang teratur, yg meskipun mengganggu tetapi harus diikuti. Ingat harus, karena itu sudah menjadi bagian dari system.
Hal pertama yg langsung menyiksa adalah displin. Jangan coba merokok sembarangan, penalty H$. 5.000,- jangan coba menyebrang bukan di zebra cross atau melalui jembatan penyebrangan. Jangan coba cegat taksi sembarangan tempat, mereka tidak akan melayani anda. Jangan coba ngak pakai safe belt di taksi, tak akan jalan atau anda akan disuruh turun.. Semua ada aturan dan mereka tunduk di aturan itu.
Kedua adalah cuaca dan budaya. Kebetulan hawa dingin sehingga tidak bisa tidak harus selalu pakai jaket dan atau baju hangat.
Budaya, ini yg saya sangat tertarik. Begitu bangganya setiap individu dengan dirinya. Saya sebut bangga untuk menyatakan hormat saya atas pilihan yang mereka lakukan. Kesadaran atas pilihan itu membuat mereka kami sebut “rush & rush” selalu cepat dan cepat seakan takut kehilangan waktu yg tidak terbayar, yg kadang membuat kita menjadi tdk nyaman sendiri berlama lama.
Christmass girl yg akhirnya bisa kami ajak utk “take a pict”, dgn komunikasi yg terbatas, tapi tetap senyum menjelaskan “extra job for holiday” menjadi alasan dia mau walau hanya sekedar mejeng berpakaian Sinterklas dgn baliho “SALE” dan itu berdiri sepanjang lebih dari 4 jam mulai dari jam 5 sore sampai jam setengah sepuluh malam saat kami ketemu
Saya bisa menyebut lebih dari sepuluh contoh yg lain, yg semuanya membuat saya harus malu dan tergugah, atas displin dan budaya yg saya miliki. Krn ternyata budaya dan displin itu membuat mereka jauh lebih maju dibandingkan saya.
Bagaimana dgn EAIC nya ? Seperti biasa, meeting dan meeting, apa saja yg mereka ingin tahu dgn insurance industry di Indonesia.
Growth, result, pp 39 dan flood atau catastrophic risk’s underwriting policy. Bagaimana dgn RSMD dan pemilu ? Ngak banyak yg tanya mungkin mereka sudah sama dgn kita bosan dengan demo. T/S ? Dgn tragedy india, kerusuhan di Bangkok, mungkin akan semakin membuktikan underwriting T/S sangat complex dan membutuhkan pemahaman yg sangat jauh terhadap pengelolaan risiko ini.
Apa yg tersisa dari kerinduan atas Jakarta ?
BE YOUR SELF, DISCIPLIN AND YOU MUST BE INLINE WITH THE SYSTEM.
ADAPTIVE AND BE POSITIVE.
Kangen ikan asin, nasi padang dan indomie.
See you soon
Hongkong internasional airport
November 29, 2008
Posted from my blackberry
Sphere: Related Content
December 23rd, 2008 at 8:13 pm
Tampaknya pepatah “di mana bumi dipijak di situ bumi dijunjung” berlaku.
Kita mau disiplin di Jakarta?… tidak bakalan sampai di tujuan. hehehe….
January 22nd, 2009 at 7:19 pm
peraturan memang terasa mengganggu
namun di balik itu, peraturan membuat kita lebih teratur
sayangnya, Indonesia kita ini masih sangat jauh dari keadaan seperti yang disebutkan di atas
September 16th, 2009 at 8:25 am
Tampaknya pepatah “di mana bumi dipijak di situ bumi dijunjung” berlaku.
Kita mau disiplin di Jakarta?… tidak bakalan sampai di tujuan. hehehe…….