Bogor - Jakarta KA AC 06.45
Posted by parhumbang on Nov 21 2008
Secara setiap hari menggunakan jasa kereta api Bogor Jakarta, alias rocker, saya punya waktu kosong paling tidak 45 menit kalau lancar.Kalau tidak tidur, saya baca koran sisa alas yang dipakai duduk.
Pagi ini sama, saya bisa kejar kereta jam 06.45, meskipun sudah tidak dapat duduk, jadi harus ngelar koran.
Halaman pertama yang saya baca, selain masalah BUMI yang semakin kisruh, RUPIAH TEMBUS RP.12.000 / USD. Alamak… edan.. terpaksa halaman pertama saya langsung lewatkan.
Eh .. halaman berikutnya 13.000 karyawan/buruh diancam PHK bulan ini di Bandung. …. toubat …… ampun. terpaksa serius baca. Tiga perusahaan tekstil telah menghentikan usahanya dan mengajukan PHK masal. duh….. jangan jangan perusahaan terlibat nih dalam.pertanggungan pabrik ini Sebagian lagi mengajukan pengurangan karyawan / buruh karena memang pasar lagi sepi… la ilah.. lah ….. akan makin banyak kah klaim yang harus dihadapi karena pabrik kesulitan pasar khususnya export dan “di jual ke asuransi ”
Halaman berikut, tiga produsen mobil terbesar di US bicara di Senat untuk bantuan penyelamatan karena krisis moneter.
Pemerintah desak Lapindo untuk membayar ganti rugi.
Buka halaman berikut, setan alas… dalam situasi untuk bertahan hidup saja susah, masih ada orang yang kerjaan tidak ada selain jadi provokator murahan soal dikotomi iman.
Akhirnya korannya kututup dan mencoba memejamkan mata.
Kalau ternyata aku masih harus bangun pagi untuk kerja, betapa masih harus bersyukurnya saya,
Kalau ternyata di tempat kerja saya harus menerima semua tekanan, beban, tuntutan, diskriminasi, kekecewaan, betapa masih harus bersyukurnya saya,
karena dengan itu saya tidak termasuk karyawan/buruh yang terkena PHK
karena dengan itu saya belum termasuk orang yang sudah menjadi korban krisis ini
karena dengan itu saya masih bisa merencanakan hal yang lebih baik mengantisipasi krisis ini.
Citayam, berhenti, semakin dipadati penumpang, kalau dari Bogor masih bisa selonjoran, terpaksa kaki ditekuk meskipun masih agak longgar.
Depok, berhenti semakin tidak ada lagi ruang yang kosong, bahkan gelaran koran yang kududuki harus ku serahkan sama ibu hamil muda. Berdiri. dari Depok sampai Gondangdia. Itu cukup berat untuk orang dengan kadar asam urat 10.8
Adakah semua yang berangkat ini seperti saya yang beruntung ? Smoga, meskipun tidak yakin….
Terima kasih Tuhan,
karena masih diberi tempat kerja walau tidak seindah yang diimpikan, rekan kerja yang kadang menyebalkan, atasan yang mau menang sendiri atau bawahan yang maunya diperhatikan, terutama merasa selalu di anak tirikan.karena memberi dunia yang tidak sempurna ini
Karena masih diberi beban yang dapat kami tanggung
karena masih diberi tanggung jawab
terima kasih atas pagi ini,
ketika Tuhan menunjukkan betapa aku harus bersyukur
dalam karya terbaik ditempat yang Kau beri.
Stasiun manggarai.
Jakarta, 20 November 2008

November 27th, 2008 at 9:41 pm
semoga krisis segera berlalu, semoga kita semua bisa melewati krisis, semoga terbuka lapangan kerja bagi semua orang dan percayalah “selalu ada jalan masuk dan keluar”